Pangdam Diponegoro Pimpin Sidang Rekrutmen Bintara TNI AD 2026, Tegaskan Tak Ada Titipan dan Intervensi

    Pangdam Diponegoro Pimpin Sidang Rekrutmen Bintara TNI AD 2026, Tegaskan Tak Ada Titipan dan Intervensi
    Pangdam Mayjen TNI Achiruddin, SE., M.Han memimpin Sidang Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Penerimaan Calon Bintara PK TNI AD wilayah Kodam IV/Diponegoro yang digelar di Dodiklatpur Klaten, Selasa (9/6/2026).

    KLATEN - Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, SE., M.Han memastikan proses rekrutmen Calon Bintara Prajurit Karier (PK) TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026 berjalan objektif, transparan, dan bebas dari praktik titipan maupun intervensi pihak mana pun.

    Komitmen tersebut ditegaskan saat Pangdam memimpin Sidang Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Penerimaan Calon Bintara PK TNI AD wilayah Kodam IV/Diponegoro yang digelar di Dodiklatpur Klaten, Selasa (9/6/2026).

    Sidang ini menjadi tahapan strategis dalam menentukan calon prajurit yang akan melanjutkan proses seleksi menuju tingkat pusat sebelum ditetapkan secara resmi sebagai peserta pendidikan Bintara TNI AD.

    "Setiap keputusan harus berdasarkan data hasil seleksi yang valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ada unsur subjektivitas dalam menentukan kelulusan peserta, " tegas Mayjen TNI Achiruddin dalam arahannya kepada panitia seleksi.

    Rekrutmen Modern, Hasil Seleksi Terhubung Langsung ke Panpus

    Dalam kesempatan tersebut, Pangdam membacakan amanat Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Darat (Aspers Kasad) Mayjen TNI I Wayan Suarjana yang menegaskan bahwa TNI AD terus melakukan transformasi sistem rekrutmen guna menjawab tantangan era digital.

    Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan teknologi berbasis digital pada seluruh tahapan seleksi. Hasil tes peserta kini langsung terhubung dengan server Panitia Pusat (Panpus) untuk meminimalkan potensi manipulasi data.

    Selain itu, pelaksanaan tes psikologi juga menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) sehingga proses penilaian berlangsung lebih cepat, akurat, dan transparan.

    "Digitalisasi menjadi bagian penting dalam reformasi rekrutmen TNI AD. Sistem ini dibangun untuk memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama berdasarkan kemampuan dan hasil seleksi yang sesungguhnya, " ujar Pangdam membacakan amanat Aspers Kasad.

    TNI AD Cari Prajurit Berkualitas dan Berkarakter

    Tidak hanya menilai kemampuan fisik dan akademik, TNI AD juga menitikberatkan pada aspek karakter, integritas, loyalitas, serta kesiapan mental calon prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di masa depan.

    Menurut Pangdam, kebutuhan organisasi TNI AD saat ini menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian tinggi kepada bangsa dan negara.

    "Calon Bintara yang dipilih harus memiliki karakter kuat, disiplin, loyal, serta siap mengikuti pendidikan dan menjalankan tugas pengabdian di mana pun negara membutuhkan, " katanya.

    Ia juga mengingatkan seluruh panitia untuk menjaga profesionalisme selama proses seleksi berlangsung, termasuk memastikan seluruh administrasi peserta diperiksa secara teliti dan sesuai prosedur.

    Hasil Sidang Belum Final, Masih Menunggu Verifikasi Panpus

    Pangdam menegaskan bahwa hasil sidang tingkat Sub Panpus belum menjadi keputusan akhir. Seluruh data peserta yang dinyatakan memenuhi syarat masih harus melalui proses verifikasi dan validasi di tingkat Panitia Pusat TNI AD.

    Karena itu, seluruh pihak yang terlibat diminta menjaga kerahasiaan hasil sidang hingga pengumuman resmi diterbitkan oleh Panitia Pusat.

    "Keputusan akhir tetap berada di tingkat Panpus. Oleh sebab itu seluruh peserta sidang harus menjaga integritas, profesionalisme, dan kerahasiaan hasil seleksi sampai ada pengumuman resmi, " tegasnya.

    Bangun Kepercayaan Publik terhadap Rekrutmen TNI AD

    Pelaksanaan Sidang Sub Panpus di wilayah Kodam IV/Diponegoro menjadi bagian dari upaya TNI AD membangun sistem rekrutmen yang semakin kredibel dan dipercaya masyarakat.

    Melalui penerapan teknologi digital, sistem penilaian berbasis kompetensi, serta pengawasan berlapis, TNI AD berharap mampu menjaring generasi muda terbaik untuk menjadi prajurit profesional yang siap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    Proses seleksi yang terbuka dan akuntabel tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen TNI AD dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan pertahanan negara di era modern.

    "Melalui rekrutmen yang profesional, transparan, dan akuntabel, TNI AD berkomitmen melahirkan prajurit-prajurit terbaik yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara, " pungkas Pangdam.

    (Agung)

    tni ad rekrutmen bintara pangdam diponegoro seleksi objektif digitalisasi tni prajurit profesional beritajateng
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Wasev dan BPKP Pantau Ketat Program KDKMP...

    Artikel Berikutnya

    Pastikan Rekrutmen Bintara TNI AD Berjalan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Dandim 0723/Klaten Tinjau KDKMP Desa Bener Dan Vicon Bersama Wapang TNI
    Api Lahap Ladang Kering Di Kemalang Klaten, Babinsa dan Damkar Cegah Kebakaran Meluas
    Babinsa Koramil 08/Karanganyar Gelar Patroli Malam, Wujudkan Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Binaan
    Kodim 0706/Temanggung Atasi Krisis Air Bersih di Kemloko
    Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar

    Ikuti Kami