SEMARANG - Demi mempercepat geliat ekonomi kerakyatan, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin, secara virtual mengikuti rapat evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada Selasa (5/5/2026). Kegiatan yang berlangsung dari Ruang Bina Yudha, Makodam IV/Diponegoro, ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dalam memperkuat pondasi ekonomi dari akar rumput.
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi R., yang berfokus pada peninjauan progres pembentukan kelembagaan hingga kesiapan infrastruktur KDKMP di seluruh penjuru negeri. Ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah momentum penting untuk memastikan program unggulan ini berjalan sesuai harapan.
“KDKMP ini bukan hanya program administratif, tetapi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi desa dan mendukung ketahanan pangan nasional. Koordinasi harus solid agar target operasional bisa tercapai tepat waktu, ” tegas Jenderal TNI Tandyo Budi R.
Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Achiruddin beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Kodam IV/Diponegoro menyimak dengan saksama setiap poin evaluasi teknis yang dipaparkan. Kehadiran pimpinan Kodam IV/Diponegoro ini menggarisbawahi dukungan penuh TNI AD terhadap program strategis pemerintah pusat yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Kodam IV/Diponegoro berkomitmen mendukung penuh, baik melalui pendampingan di lapangan maupun memastikan aspek keamanan pembangunan. Kami ingin koperasi ini segera berjalan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, ” ujar Mayjen TNI Achiruddin.
Program KDKMP digadang-gadang akan menjadi tulang punggung baru perekonomian desa. Dengan konsep koperasi modern yang berorientasi pada komunitas, KDKMP diharapkan mampu melancarkan distribusi pangan, memperkuat usaha mikro, hingga pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan seluruh warga.
Evaluasi berkala seperti ini dinilai sangat krusial. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini, sehingga target operasional KDKMP secara serentak di seluruh Indonesia dapat tercapai tanpa kendala yang berarti. Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan bukan hanya menjadi simbol kemandirian desa, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang kuat dari tingkat paling bawah.
(Agung)
