SEMARANG - Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CRFA., memimpin Upacara Bendera 17-an bulan September 2026 di Lapangan Makodam IV/Diponegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (17/9/2026).
Dalam upacara tersebut, Kasdam menyampaikan sejumlah penekanan kepada prajurit dan PNS di jajaran Kodam IV/Diponegoro, mulai dari disiplin, integritas, kesiapan satuan, pengelolaan anggaran hingga kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
Melalui amanat Pangdam IV/Diponegoro, Kasdam menyampaikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian personel dalam menjalankan tugas. Integritas dan moralitas disebut menjadi landasan penting dalam menghadapi tuntutan tugas yang terus berkembang.

“Integritas dan moralitas harus tetap menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas. Setiap personel dituntut menjaga disiplin, profesionalisme, serta kesiapan satuan, ” tegas Brigjen TNI M. Andhy Kusuma saat menyampaikan amanat Pangdam.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap kondisi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla).
Berdasarkan peringatan dini BMKG untuk periode 11–20 September 2026, sejumlah wilayah di Jawa Tengah berada dalam kategori Awas Kekeringan Meteorologis, termasuk Kota Semarang dan sejumlah kabupaten lainnya. Sementara Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang berada pada kategori Siaga.
Dalam amanat tersebut, para Dansatkowil diminta aktif memantau perkembangan kondisi wilayah, memperbarui pemetaan daerah rawan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan karhutla.
Kasdam juga menekankan pentingnya tertib administrasi dan disiplin dalam pengelolaan anggaran serta Barang Milik Negara (BMN).
Seluruh satuan diminta memastikan pelaksanaan program dan penyerapan anggaran berjalan sesuai rencana. Pertanggungjawaban administrasi juga harus diselesaikan secara tertib dan tepat waktu menjelang berakhirnya Triwulan III Tahun Anggaran 2026.
Selain itu, pembinaan personel menjadi perhatian menyusul masih adanya kasus pelanggaran hukum, disiplin dan tata tertib yang berdampak pada kerugian personel.
Pengawasan melekat, komunikasi dua arah, perhatian terhadap kesehatan serta disiplin berlalu lintas kembali ditekankan sebagai bagian dari langkah pencegahan.
Dalam aspek pembinaan satuan, kesiapan personel dan operasional harus dijaga melalui pembinaan yang terukur dan berkelanjutan.
Penataan personel berdasarkan prinsip right man on the right place juga menjadi perhatian. Penggunaan BBM, listrik dan air diminta dilakukan secara efisien tanpa mengurangi kebutuhan operasional satuan.
Kasdam juga mengingatkan personel agar menjaga kesehatan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan kerja.
Dalam amanatnya, Kasdam turut menyampaikan sejumlah program Kodam IV/Diponegoro yang berkaitan dengan masyarakat.
Sebanyak 5.500 dapur sehat disebut telah beroperasi dalam mendukung penanganan stunting. Sementara penyerapan gabah bersama Bulog di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat mencapai 611.139, 21 ton atau 107, 11 persen berdasarkan data yang disampaikan dalam amanat.
Kegiatan bakti kesehatan, karya bakti dan bakti sosial juga terus dilaksanakan, termasuk dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI dan HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro.

Menutup amanat, Kasdam mengingatkan seluruh personel untuk menggunakan media sosial secara bijak, menaati hukum dan aturan yang berlaku, serta menjaga kehormatan pribadi, keluarga, satuan dan TNI AD.
Upacara 17-an tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan disiplin, kesiapan dan tanggung jawab personel Kodam IV/Diponegoro dalam menjalankan tugas sehari-hari.
(PendamIV/Agung)
